Skip to content

Budi Daya Sirih Merah

February 22, 2010
WARISAN di negeri kita ini, sangatlah banyak. Satu di antaranya sirih merah ini. Bahkan kandungan khasiatnya, hampir sama dengan sirih hitam dan sirih betok. “Untuk membuktikan seberapa kuat khasiat sirih merah ini sebagai pengobatan herbal, memang perlu uji klinis yang lebih dalam,” kata R Broto Sudibyo, pakar herbal yang banyak diundang di kampung-kampung.

Bahkan, katanya, untuk menyamakan dengan sirih hitam dan sirih betok, Broto membuktikan betapa pahitnya sirih merah ini.Kalau semua orang membutuhkan jamu, obat tradisional atau alternatif penyembuhan penyakit, mestinya gerakan menanam tanaman obat harus digalakkan.

Nah, bagaimana mengenai kerja mencangkok sirih merah?Mencangkok sirih merah ini cukup dengan menempelkan segenggam tanah di bagian buku yang sudah berakar, kemudian membalutnya menggunakan plastik berukuran 15×15 cm dan mengikat ujung-ujungnya. “Hanya dengan waktu sepuluh menit, proses pencangkokan selesai,” kata Bambang Sudewo.

Dibandingkan dengan setek batang, cangkok hasilnya lebih maksimal. Setelah empat minggu, 95 persen cangkokan sudah berakar dan siap dipotong untuk segera dipindahkan ke dalam pot yang dikehendaki. Cangkok untuk sirih merah, memang tak harus dengan melukainya. Kalau cangkok batang, seperti jambu atau mangga, dilakukan dengan cara melukai batangnya lebih dahulu.Di tengah tren kembali ke alam, Ny Tinuk Riefky membuktikan bahwa sirih merah bisa berperan sebagai bahan baku utama produk kecantikan. “Sirih merah tampaknya bisa dipadukan dengan bahan alami lainnya, seperti minyak zaitun, wortel, avokad, susu murni, madu, mentimun, jeruk nipis dan buah-buahan serta sayuran organik,” katanya.

Untuk dasar ngadi salira, sirih merah menyehatkan sekaligus merawat kulit. Apalagi aromanya segar. Ny Tinuk setuju jika lulur sirih merah, teh herbal sirih merah dan kapsul ekstrak sirih merah ini diproduksi secara massal dengan standar mutu dan khasiat yang bisa dipertanggungjawabkan. “Tentunya, jika tidak banyak orang menanam dan membudidayakan sirih merah, maka apa yang akan bisa dibanggakan pada dunia?” katanya.Ada langkah-langkah yang harus ditempuh, ketika siapa pun tertarik untuk mencangkok, sebagaimana dituturkan dalam buku Bambang Sudewo.

Misalnya, sebelum mulai mencangkok terlebih dahulu disiapkan potongan plastik berukuran 15×15 sentimeter. Lalu siapkan pula tali plastik atau rafia sepanjang 20 sentimeter. Media tanam yang akan dipergunakan untuk mencangkok sirih merah pada umumnya berupa tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 3:1:3. “Media ini sebaiknya diberi sedikit air agar mudah menempel di tangkai atau batang sirih merah,” kata Bambang.Selanjutnya, media tanam itu dikepal-kepal membentuk bulatan berdiameter sekitar 4 sentimeter. Sebaiknya, pilih sirih merah secara selektif. Harus sehat dan berdaun segar. Sisakan 4 sampai 5 helai dari pucuk dan cangkok batang di buku keenam dari ujung batang. Jika ingin mencangkok lagi di batang yang sama, beri jarak tiga buku dari cangkok pertama. Begitu seterusnya. “Jumlah cangkokak yang disarankan paling banyak tiga buah dalam satu tanaman, jika lebih dari tiga buah menyebabkan batang bagian bawah tanaman itu rentan dan lemah,” jelasnya.

LANTAS, untuk model runduk batang, prosesnya hampir sama. Pertama kali yang harus dipersiapkan adalah memilih indukan atau batang yang akan dirunduk. Perbanyakan dengan cara merunduk batang tidak memerlukan plastik pembungkus. Runduk batang memerlukan pot-pot kecil berdiameter 20 sentimeter yang dijajar berderet dengan jarak 10 sentimeter. Pot-pot itu kemudian diisi dengan media tanam yang sudah siap ditanami. “Idealnya, batang sirih merah yang akan dirunduk sudah punya sulur sepanjang 1,5 sampai 2 meter,” jelas Bambang.Ada petunjuk dari Bambang, agar meletakkan pot indukan di sebelah kiri dan rentangkan batang sirih merah yang panjang ke kanan tepat di atas pot-pot yang akan dirunduk.

Tanam ruas batang yang berakar ke dalam pot-pot yang sudah dijajar dengan kedalaman 3 sampai 4 sentimeter. Selanjutnya, di bagian atasnya tutuplah dengan media tanam. Begitu seterusnya sampai buku-buku daun sirih habis tertanam. Penanaman ini berlangsung sampai tiga minggu. Biasanya setelah melewati minggu ketiga, pemotongan sudah bisa dilakukan karena akar tumbuh ke bawah sedalam 3 sampai 4 sentimeter dan sangat mungkin untuk bisa hidup.Begitulah, dengan cara-cara inilah kita bisa kembangkan sirih merah, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap sirih merah bisa terpenuhi.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: