Skip to content

Manfaat Jambu Biji

January 26, 2010

Musim penghujan di Indonesia sedang tidak bersahabat dengan warganya. Banjir melanda sejumlah kota, tidak terkecuali Semarang dan kawasan pantura Jawa lainnya. Saat itulah diare menjadi ancaman tersendiri. Penderita dibuat jengkel, karena sebentar-sebentar ke kamar kecil. Yang lebih mencemaskan, banyak cairan terbuang bersama hajat besar itu. Kalau diare tak kunjung sembuh, penderita bisa mengalami kekurangan cairan tubuh.

Dampak lebih jauh cukup fatal, hingga kematian. Angka kematian akibat diare setiap tahun mencapai 175.000 jiwa, terdiri atas balita (135.000 jiwa) serta usia lima tahun lebih termasuk dewasa (40.000).

Ada dua bentuk pengobatan diare, yaitu spesifik dan nonspesifik. Pengobatan spesifik dilakukan jika sudah diketahui penyebabnya (cek laboratorium), melalui pemberian antibiotik spesifik.

Pengobatan nonspesifik ditempuh dengan memberikan cairan, elektrolit, dan zat kimia non-antibiotik yang bekerja nonspesifik dalam pengobatan infeksi akut. Misalnya memberikan kaolin, pektin, atau loperamid.

Semua bentuk pengobatan itu jelas tidak murah. Celakanya, sebagian besar penderita berasal dari kalangan bawah. Itu sebabnya, upaya pengobatan alternatif melalui tanaman obat perlu dioptimalkan.

Ada 117 jenis tanaman yang sering digunakan masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan, untuk mengusir diare. Namun setelah diteliti, hanya 21 jenis yang efektif, antara lain jambu biji, daun salam, lempuyang gajah, dan daun katuk.

Tanaman-tanaman ini mengandung zat aktif yang mampu menghentikan diare, seperti minyak asiri, alkaloid, flavonoid, tanin, dan pektin. Zat aktif ini juga berperan sebagai antibakteri, absorbent (penetral racun), astrengent (melapisi dinding mukosa usus terhadap rangsangan isi usus), dan antispasmolitik (kontraksi usus).

Mudah Diperoleh

Dari keempat tanaman obat tersebut, mana yang paling mudah diperoleh? Jawabannya jelas, jambu biji atau jambu batu (Psidium guajava L.). Buahnya kaya vitamin C. Daun dan buah mudanya bisa digunakan untuk mengobati diare. Sedangkan akarnya cukup ampuh dalam mengatasi disentri awal (stadium dua).

Menurut penelitian, rebusan daun jambu biji dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia colli dan Staphylococcus aureus, yang digunakan sebagai dasar penggunaan daun jambu biji sebagai obat diare akibat infeksi (Yuniarti, 1991).

Zat aktif dalam daun jambu yang dapat mengobati diare adalah tanin. Daun kering yang digiling halus mengandung tanin sekitar 17,4 persen. Makin halus, makin tinggi kandungan taninnya. Senyawa itu bekerja sebagai astrengent, penyerap racun, dan bisa menggumpalkan protein.

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami diare, segera lakukan tindakan berikut. Rebuslah 15-30 gra, daun jambu biji kering ke dalam 150-300 ml air. Patokannya adalah setiap satu gram daun kering direbus dalam 10 ml air.

Lama perebusan sekitar 15 menit, dihitung sejak air mendidih. Hasil rebusan kemudian disaring, dan airnya diminum sebagai obat diare.

Apabila ingin memanfaatkannya dalam bentuk segar, diperlukan 12 lembar daun segar, lantas dicuci bersih dan ditumbuk halus. Tambahkan setengah cangkir air masak dan garam secukupnya.

Ramuan ini kemudian diperas dan disaring. Airnya hasil perasan ini langsung diminum. Agar rasanya lebih sedap, boleh juga ditambahkan madu.

Biasanya dalam waktu selambatnya tiga hari, diare sudah mereda. Namun penting diingat, jika dalam waktu tiga hari belum ada gejala kesembuhan, jangan segan-segan membawanya ke dokter terdekat.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: